Fanfiction · Kyuhyun · Kyumin · Sungmin

[FANFICTION INA] Cooking! Cooking! CHAPTER 2

By Kimmy

Cho Kyuhyun (N), Lee Sungmin (Y), Cho Ahra (Y), Kim Heechul (Y), Lee Donghae (N)

Genderswitch

Romance NC 21+, Comedy -maybe- *mian kalo garing^^*

 

 

 

 

PART SEBELUMNYA

“Kalau begitu besok kau harus ikut aku” kata Ahra.

“Kemana?”

“Ke tempat wig”

“Mwo?!”

Ahra hanya tersenyum senang.’Yes! Sebentar lagi impian keduaku akan menjadi kenyataan’ gumam Ahra.

 

-0o0-

 

Disebuah toko perlengkapan wanita, Ahra bersama Kyuhyun sedang berada di lantai tiga. Terdapat berbagai macam rambut palsu di lantai tersebut. Ahra dan Kyuhyun mulai berkeliling sambil melihat-lihat wig mana yang sama dengan rambut Ahra.

Malam tadi, Ahra menyuruh Kyuhyun untuk menggantikannya sebagai mahasiswi di KCS selama beberapa waktu. Ahra melakukan itu karena ia mendapat sebuah panggilan dari rumah produksi di luar kota untuk menjadi seorang model majalah. Saat di asrama dulu, Ahra memang pernah mengirimkan formulir untuk menjadi model, ia tidak menyangka bahwa ia akan terpilih.

“Yang ini bagaimana?”

“Anio”

“Kalau yang ini?”

“Andwae”

“Bagaimana dengan ini?”

“Molla”

“Jadi menurutmu yang mana?!” Teriak Ahra geram.

Sudah tiga wig yang dipilihnya, tetap saja Kyuhyun menolak.

“Jangan tanya aku! Aku tidak akan mau memakai barang itu”

Ahra membuang nafas dan menatap Kyuhyun tajam. Ia menarik telinga Kyuhyun dan membuat Kyuhyun menjerit.

“Ah! Appo!”

“Kau mau kulaporkan tentang video yadong itu?” ancamnya.

“Ah.. Ani.. Aniyeyo..” Kyuhyun meringis kesakitan.

Ahra melepaskan tangannya dan mengangguk sambil tersenyum. “Good boy~” Ahra kembali berkeliling.

Kyuhyun menggeram dengan suara dalamnya. Ia menatap Ahra yang kembali memilah milih wig. ‘Aish~ karena video itu nasibku berada ditangan Ahra noona. Bagaimana mungkin Cho Kyuhyun yang tampan tiada tara ini menjadi seorang perempuan?! Cih…’ gumam Kyuhyun geram.

“Kyu! Coba yang ini!” Teriak Ahra girang saat menemukan wig yang persis seperti rambutnya.

Kyuhyun menunduk pasrah. Ia mendekati Ahra dan berdiri dihadapannya.

“Berlutut! Kau terlalu tinggi” titah Ahra

“Noona, aku ini tampan. Tidak mungkin memakai rambut palsu seperti itu”

“Siapa yang pernah menyebutmu tampan? Cepatlah berlutut!”

Kyuhyun semakin menekuk bibirnya. Ia berlutut didepan Ahra karena Ahra lebih pendek darinya. Ahra memasangkan wig itu dengan perlahan. Setelah itu Ahra merapikannya. Kyuhyun hanya menutup mata dengan hati tidak ikhlas.

“Sekarang bercermin”

Kyuhyun berdiri. Ia membuka mata dan menatap Ahra dihadapannya. Ahra terdiam. Ia membeku. Wajah laki-laki berusia 17 tahun itu benar-benar mirip dengannya. Yang membedakan hanya postur tubuh mereka. Ahra lebih berisi dan lebih pendek dari Kyuhyun yang tinggi dan kurus.

“Noona..” Kyuhyun mengerutkan dahi saat melihat Ahra yang melamun.

Ahra tersadar, ia mendorong Kyuhyun kedepan cermin seluruh badan dibelakang Kyuhyun. Ahra diam ditempat, membiarkan Kyuhyun melihat dirinya saat ini. Kyuhyun pun terdiam. Ia memandangi penampilannya saat ini. Meski pakaiannya masih setelan kaos polos coklat dengan celana cargo, namun wajahnya terlihat sangat asing. Ia tak melihat sosok Cho Kyuhyun melainkan tampak menyerupai Cho Ahra dalam cermin.

“Kau mirip sekali denganku, Kyu..” Ahra merasa tersanjung dengan kemiripan mereka berdua. Padahal usia mereka berbeda tiga tahun.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya. Ia melirik Ahra. “Noona..” tatapan Kyuhyun sangat datar.

“Ne?” Ahra berbalik menatap Kyuhyun dengan haru.

“Aku terlihat seperti banci!” teriak Kyuhyun beberapa detik kemudian.

Ahra terbelalak kaget dengan suara keras Kyuhyun. Laki-laki itu segera melepas rambut palsu dan membuangnya ke lantai.

“Ini gila! aku tidak mungkin bisa melakukannya” kata Kyuhyun frustasi.

Kyuhyun duduk di sofa yang tersedia di lantai itu. Ahra mengambil rambut palsu yang dibuang Kyuhyun didepan kakinya dan merapikannya. Setelah itu ia menghampiri Kyuhyun dan duduk disebelahnya.

“Kyu..”

“Kau perempuan dan aku laki-laki. Aku tidak akan pernah bisa menjadi perempuan!” Kata Kyuhyun bersikeras.

“araseo~” Ahra menunduk. Ia mengelus-elus rambut palsu itu. “aku tidak pernah berniat mempermalukanmu. Aku hanya ingin pergi ke Daegu untuk mengejar impian keduaku”

Selain menjadi seorang chef, impian lain Ahra yang terpendam adalah menjadi seorang model. Sejak kecil, Ahra suka sekali bergaya didepan cermin sambil me-mix match pakaiannya.

“Kenapa kau tidak memberi surat izin saja ke asrama?”

“Tidak mungkin. Yang ada eomma dan appa pasti marah tidak membolehkan aku pergi. Mereka tidak mau aku menjadi model.”

Kyuhyun diam. ‘Benar juga, sejak dulu eomma dan appa selalu menolak jika Ahra meminta izin untuk ikut kontes modeling. Masa depan tidak terjamin? Benar juga’ gumam Kyuhyun mengangguk.

“Aku akan berada disana selama dua bulan”

“mwo?!” Kyuhyun terbelalak kaget. “kenapa lama sekali?”

“masa training tercepat adalah dua bulan”

Ahra dan Kyuhyun kembali diam. Disaat seperti ini Kyuhyun ingin membantu Ahra, namun dengan berubah menjadi Ahra, Kyuhyun harus berpikir berjuta kali. Pasti sulit menjadi orang lain yang memiliki karakter yang berbeda meski orang lain itu adalah kakaknya sendiri, belum lagi jenis kelamin yang berbeda.

“Kyu, ayolah. Dua bulan saja”

“Bagaimana dengan sekolahku?”

“Kau kan akan libur sekolah selama kurang lebih satu bulan, belum lagi ditambah libur musim panas” kata Ahra. “Ayolah, Kyu~ kau tidak ingin melihat noona cantik seperti Barbie yang baik hati ini menangis selama dua bulan kan?!” rayunya.

Kyuhyun kini menatap Ahra dengan mata sinisnya. ‘sudah begini, aku yang menjadi korban. Argh! Tapi jika tidak kuturuti hari-hariku habis dimarahi dan dicemooh appa dan eomma karena film yadong itu’

“Kyu~” Ahra masih berusaha merayu Kyuhyun yang sedang melamun.

Kyuhyun menghela nafas. “Tapi ingat, hanya dua bulan” ujar Kyuhyun memastikan.

Ahra mengangguk cepat. Ia tersenyum sambil memeluk Kyuhyun dengan girang. “Gomawoyo~ kau memang dongsaeng terbaik..”

Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman setengah hati.

 

 

-0o0-

 

 

Sebuah taxi berhenti didepan bangunan besar. Tertulis Korean Cooking School diatas bangunan itu. Seorang perempuan -palsu- turun dari taxi itu dengan celana hitam panjang yang menutupi betis -berbulu-nya, serta sebuah kaos dan jaket jeans bodyfit. Rambut hitamnya yang panjang bergelombang digerai kedepan bahunya. Sesekali ia menyingkirkan poni tengahnya yang cukup mengganggu pandangannya. Ia juga membenarkan letak dada -buatan- yang mendukung penampilannya agar tampak seperti perempuan sungguhan. Siapa lagi perempuan itu selain si tampan Cho Kyuhyun -coret- si cantik Cho Ahra.

“Ini barangnya, nona” ujar supir taxi menurunkan satu koper bawaannya.

“nona?! Berani sekali kau menyebutku seperti itu!” suara bass Kyuhyun mengagetkan supir taxi itu.

Kyuhyun langsung menutup mulutnya. ‘Bodoh! Aku memang perempuan sekarang. Aish~’ gumam Kyuhyun.

“Ah.. ma-maksudku, jangan panggil nona. Anda terlalu formal” ucapan manis dan lembut itu membuat sang supir taxi mengelus dada sambil menghela nafas.

“Ini uangnya..” Kyuhyun memberikan bayaran taxinya dengan tangan yang sedikit ditekuk seperti perempuan.

Supir taxi itu segera mengantongi uang pemberian Kyuhyun, setelah itu masuk kedalam taxinya. Kyuhyun diam sejenak, memandang bangunan bertingkat yang sangat tinggi yang akan ia tempati selama dua bulan ini, demi sang noona.

“Asrama laki-laki dan perempuan terpisah, jadi tidak mungkin ada laki-laki diasramaku. Ingat, jangan sampai nyonya Shinhee yang gendut itu tau kau laki-laki. Bisa mati kau!”

Kyuhyun mengingat kata-kata Ahra sebelumnya. Kyuhyun tersenyum sambil memegangi batang koper hitamnya. ‘tidak ada laki-laki? Ini keberuntunganku, mungkin saja didalam aku bisa melihat perempuan tidak berpakaian berjalan kesana kemari. Ahaha.. menyenangkan sekali!’ gumam Kyuhyun girang.

Kyuhyun masuk kedalam gedung asrama wanita itu. Letak asrama wanita berada disebelah barat gedung sekolah sementara asrama laki-laki berada disebelah timur. KCS atau Korean Cooking School terdiri dari pelajar laki-laki dan perempuan. Tidak sedikit laki-laki yang ingin bersaing dengan perempuan di dunia kuliner.

Kyuhyun baru saja sampai di lobby asrama. ‘Besar juga’ pikirnya. Ia melihat sekeliling ruangan luas itu. Terdapat sebuah meja receptionist yang saat ini sedang dikerumuni oleh pelajar tahun ajaran baru. Kyuhyun diam tepat ditengah lobby dengan wajah kebingungan. Ia melirik telapak tangannya, terdapat kertas kecil bertuliskan 3rd floor no.137 yang merupakan kamar Ahra. Ia melirik kesana kemari dan menemukan sebuah lift disudut kanan. Namun langkahnya tertahan saat melihat seorang perempuan berlalu didepannya sambil memegang sebuah kunci.

“Kunci kamar! Apa aku harus berbaris di receptionist untuk ambil kunci kamarku?” Ujar Kyuhyun nyaris berbisik.

Kyuhyun berpikir sejenak. Ia melirik seorang perempuan bertubuh gemuk dengan wajah tidak ramah dibelakang meja receptionist. Perempuan paruh baya itu memakai sebuah name pin bertuliskan ‘Shinhee’. Itulah perempuan tua yang sering dikatakan Ahra sebagai badak asrama yang sangat disiplin dan tidak ramah.

Kyuhyun memandangi Shinhee dengan wajah ketakutan. Tiba-tiba ia mengingat sesuatu. ‘Oh iya, untung kunci kamarnya tidak sengaja terbawa Ahra ke rumah. Kalau tidak, mungkin aku harus mengambil kunci kamarku dan berhadapan dengan manusia bulat itu’ gumam Kyuhyun merogoh sakunya dan menggenggam kunci kamar itu.

“Ahra!”

Kyuhyun berlalu tanpa memedulikan panggilan yang ditujukan padanya. Orang yang berteriak itu kemudian berlari cepat dan menepuk bahu Kyuhyun dari belakang.

“Ahra!” panggilnya.

Kyuhyun membalikkan tubuh. Ia melihat seorang perempuan berambut pendek dengan poni tengah yang memakai sebuah sweater kuning. Kyuhyun mengerutkan dahi. ‘Siapa dia? Sok akrab sekali’ gerutunya.

“Bogoshippo~” Perempuan itu tanpa ragu-ragu memeluk Kyuhyun dengan erat. Ia tersenyum senang. “Kau tinggi sekali, kau pakai high heels?” Tanyanya.

Kyuhyun menggeleng, ia melihat kakinya yang berbalut sepatu flat milik Ahra yang dipinjamkan. Sejak dari rumah, Ahra memaksa Kyuhyun untuk selalu memakai flat shoes dan melarangnya memakai sepatu bertali. Tentu saja karena Ahra adalah perempuan feminim yang tidak suka bersepatu tali.

“Bagaimana kau bisa tinggi dalam waktu singkat?”

‘Aku harus menjawab apa? Aish~ lagipula siapa perempuan ini? Cerewet sekali’ keluh Kyuhyun melirik perempuan itu dari atas sampai bawah.

“A-aku meminum obat tinggi milik dongsaengku” kata Kyuhyun dengan nada lembut.

“dongsaengmu yang kurus kering tidak berdaging itu? Aih~ pantas saja” katanya santai.

Perempuan itu mengajak Kyuhyun memasuki lift sambil berbincang-bincang. Kyuhyun semakin menggerutu dalam hati ketika perempuan itu menjelek-jelekkan ‘Kyuhyun’ didepan dirinya sendiri.

“Oh iya, kemarin aku mendapat resep menu makanan Thailand. Kau harus mencobanya, itu enak…” katanya. “Aku juga sudah mencoba membuat rendang, masakan Indonesia. Rasanya enak sekali, kau juga harus mencobanya…”

Kyuhyun memberikan senyuman paksa setiap perempuan itu mengajak bicara. Kyuhyun melirik sebuah name pin yang ada di dada kiri perempuan itu ‘Kim Heechul’ namanya. ‘oh.. jadi namanya Heechul. Mengapa Ahra bisa akrab dengan perempuan banyak omong ini? Aish~ pantas saja Ahra jadi banyak bicara akhir-akhir ini, rupanya dipengaruhi Heechul’ gumam Kyuhyun sambil menunggu lift yang mereka naiki terbuka dan sampai dilantai 3.

“Sepertinya aku harus membereskan barang-barangku dulu di kamar. Sampai jumpa” kata Kyuhyun segera keluar dari lift dan sedikit berlari menghindari Heechul.

“Nanti main ke kamarku dilantai lima!” Teriak Heechul dari dalam.

Kyuhyun hanya mengacungkan jempol lalu tersenyum. Ia segera pergi menghilangkan diri dari pandangan Heechul yang membuatnya pusing. ‘Aih~ perempuan mengerikan’ gumam Kyuhyun sambil mengelus bahunya yang merinding.

Ia berhenti tepat didepan pintu kamar 137. Kyuhyun mengeluarkan sebuah kunci kamar disakunya. Kyuhyun memasangkan kunci tersebut, namun yang terjadi pintu terbuka dengan mudah. ‘kenapa tidak terkunci?’ gumam Kyuhyun bingung.

“Siapa yang membukanya lebih dulu? Apa mungkin cleaning service” ujar Kyuhyun sambil memandangi pintu bernomor 137 itu.

Ia mendorong pintu kamar itu dan merasakan hembusan angin dari dalam kamar. Kyuhyun masuk sambil menggiring kopernya, kemudian ia tutup pintu kamar itu. Kyuhyun membalikkaan tubuhnya setelah menutup pintu dan…

‘Hah?! Ada orang lain?’ Gumam Kyuhyun kaget. ‘Jadi aku harus satu kamar dengan seorang perempuan? Seorang perempuan asli?!’

 

 

 

 

 

TBC~

 

Pasti udah pada tau cewenya, siapa hayooo? ^^

Tolong commentnya ya~ gomawo ^^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s